Powered by Blogger.
RSS

Dikasih Judul Apa Ya...

Bagi gue, manusia sempurna itu nggak ada. Tapi di dunia ini selalu ada yang namanya ‘lebih baik’. Gue bilang kesempurnaan itu nggak ada karena nilai kesempurnaan bagi satu orang ke orang lain itu relative. Satu orang dengan yang lainnya tentu aja punya kepribadian yang unik alias beda.
Orang yang egois, biasanya dipandang oleh sebagian orang sebagai orang yang menyebalkan dan buruk. Tapi bagi sebagian orang lainnya—seperti gue—orang yang egois itu lebih baik dari pada orang yang penurut. Karena apa? Karena gue sendiri adalah orang yang penurut dan tipe pengikut. Biasanya orang dengan keegoisan tinggi itu adalah tipe pemimpin yang pengennya selalu diikuti dan selalu jadi pusat perhatian.
Tipe pengikut jika dihadapkan dengan tipe pengikut juga, kemungkinan besar akan bingung kemana mereka berdua akan pergi. Bahkan dalam menentukan tujuan selalu ada kata atau setidaknya pemikiran abstrak ‘terserah lo aja’ yang biasanya karena rasa nggak enak. Nggak enak sok ngatur, nggak enak ntar dikirain sok tau dan sok kuasa. Dan akhirnya, mereka berdua nggak bergerak ke mana-mana. Tapi jika kedua tipe itu disandingkan, tidak menutup kemungkinan juga akan ada salah satu yang akan mengambil alih kemudi dan akhirnya dia yang akan selangkah lebih maju menjadi pemimpin.
Jika tipe pemimpin yang biasanya punya tingkat keegoisan lebih ekstra dan dihadapkan dengan yang sejenisnya, pasti akan selalu berantem. Meskipun tidak menutup kemungkinan mereka ada salah satu yang akan mengalah. Tapi biasanya jika dua orang dengan tipe ini disandingkan, akan lebih banyak konflik yang terjadi. Gue ambil contoh kasus temen gue. Dia punya pacar dengan tipe cerewet,
keras kepala, dan selalu ingin menyita perhatian atau dengan kata lain bisa disebut tipe pemimpin. Sedangkan temen gue itu juga bertipe sama. Psssttt, jangan bilang-bilang ya, mereka itu dua-dua nya sangat egois kalau sama pasangannya.
So, bisa diprediksi sendiri gimana keseharian mereka saat bersama. Meskipun seru karena mereka selalu punya bahan pembicaraan, tapi cekcok nggak pernah pergi dari mereka.

So, bagaimana jika tipe pemimpin (yang cerewet, selalu mau diperhatikan, superior, jadi leader dan pengen selalu diperhatikan egonya) disandingkan dengan tipe pengikut (yang penurut, manut, selalu mendengarkan, dan cenderung punya ego yang rendah). Yaps, mereka akan hidup harmonis dan bahagia selama-lamanya. Enggak deh, hidup bahagia selama-lamanya itu cuman ada di dongen anak kecil. Tentu aja akan ada konflik diantara mereka. Bisa karena si pemimpin yang sedang ada di titik jenuhnya selalu memimpin dan merasa mate nya itu nggak punya inisiatif untuk memulai sesuatu tanpa dirinya, atau bisa juga karena si pengikut kecapekan nurutin ego si tipe pemimpin yang terlampau besar. Well, disadari atau enggak setiap individu itu punya alter ego yang pastinya akan muncul juga suatu saat. Orang yang penurut suatu saat pasti akan berontak juga. Dan begitupun dengan si keras kepala, suatu saat dia juga akan bisa menjadi orang yang toleran.
So seperti yang gue katakan, nggak ada yang sempurna. Dan setiap individu baik dengan tipe pemimpin maupun pengikut, semuanya baik bagi gue. Dan masing-masing dari mereka punya perannya masing-masing.

Hehe, ini sih pendapat gue pribadi yang nggak jauh2 dari kata absurd…


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment